Senin, 17 April 2017

Putra Kecil Sedang Sakit, Sabar Sebagai Penghibur



Falling sick is a blessing in disguise: it causes you to come closer to Allah, and allows you to appreciate the blessings of health. 
(Yasir Qadhi)
Setibanya di rumah kemarin sore, tak ada putra kecilku di rumah. Ternyata, Ikhbat sedang ikut jalan-jalan sore bersama Om Aji dan Kakak Sabrina. Bergegas aku merapikan dan membersihkan diri karena sudah rindu sekali dengannya. 

" Ikhbat batuk-batuk teru seharian", cerita ibuku. 

"Kemarin terakhir makan apa memangnya?. Ndak mau makan sore,"lanjut Ibu bercerita.

" Iya ndak apa-apa batuk, kemarin sore makan apa ya? Sambil mengingat-ingat apa yang dikonsumsi Ikhbat", jawabku pada Ibu.

Sudah mau maghrib, Ikhbat belum juga sampai di rumah.

Suara motor masuk pintu gerbang.

" Ikhbat, ini susu kamu", kata Kakak Sabrina.

" Assalamu'alaikum Ikhbat Sholih", sapaku kepadanya sembari membuka jendela.

Dia berlari-lari kecil hendak menemuiku dengan semangat sambil terbatuk-batuk kecil dan berteriak memanggil Ummi.

" Ikhbat batuk ya kata uwak? Semoga lekas sembuh ya Sholih, syafakallah sambil aku memeluk tubuh kecil nan gempal".

"Ikhbat habis pergi ke mana? Ummi sudah pulang dari tadi", kataku kepada Ikhbat.

Ikhbat sudah mandi sore belum, Nak? Sudah makan sore belum? Ikhbat tadi ikut Uwak sholat dan mengaji ya?, Ikhbat suka?

Tak dijawabnya oleh Ikhbat karena dirinya sedang sibuk mencari susu yang diberikan oleh kakak Sabrina. 

Ayo, Nak! Kita cuci tangan dan kaki dulu, ikut ummi wudhu setelah sholat maghrib.

Putra kecilku senantiasa ceria walaupun kondisi kesehatannya sedang tak begitu baik. Batuk pilek demam mulai dia rasakan. Sesekali ingus memgalir dari hidungnya dan langsung dia bersihkan dengan tangannya karena risih dirinya kotor. 

Allah mengajarkan Ikhbat arti kesabaran dalam kondisi sakit dan senantiasa tetap beraktivitas kebaikan. Mulai dari bermain, membaca buku, mengaji bersama Uwak hingga main guyur-guyuran air bersama Kakak Indah dan Kaka Sabrina sore itu. 

Barokallah fiik putra kecilku. Semoga dirimu tumbuh dengan keimanan dan kecintaan kepada Allah, akhlak Islami menghiasi dirimu hingga berbuah ketaqwaan kepada Dzat Yang Maha Pemurah dan Penyayang.





Rabu, 12 April 2017

Sahabat-Sahabat Kecil Ikhbat

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

“You have to know friendship is not only a big thing. But it is a billion little things.” —Anonymous—

Anak laki-laki balita ini telah banyak memberikan warna dalam hidupku. Bersyukur hanya kepada Allah SWT yang telah menghadirkan dirinya dalam keluarga kecil kami. Putra pertama kami yang bernama Ikhbat Hanifa Pratama. Semoga Allah menjadikan dirimu hamba yang bertaqwa, yang memiliki aqidah yang lurus sebagaimana Nabi Ibrahim. Kini, usia Ikhbat sudah 25 bulan. Alhamdulillah 'alaa kulli haal.

Dirimu anak kecil yang sangat gemar bersosialisasi dengan orang-orang sekitarmu. Mulai dari usia yang lebih tua darimu hingga teman sepermainanmu. Masa kecilmu dibersamai dengan orang-orang yang senantiasa mencintaimu, Ikhbat Sholih. Mulai dari teman-teman sepengajian nenek, kakak-kakak sepupu, dan anak-anak dari sahabat kedua orang tuamu. Semoga dirimu senantiasa bahagia bersama mereka.

Ikhbat sudah pandai menyebutkan nama-nama Sahabat kecil Ikhbat seperti kakak Naura, Kakak Silmi, Madani, Kakak Syamsa, Talita, Abang Faiq, Adik Roid, Kakak Himmah, Mas Fatih. Mereka sahabat-sahabat Ikhbat kecil. Hampir setiap Ikhbat menemani Ummi ketika ada acara, bisa dipastikan bertemu dengan mereka. Tak hanya Ikhbat yang senang bermain dengan bermain mereka, Ummi dan Abi juga bahagia melihat kebersamaan kalian dalam rangkaian aktivitas dakwah kami. Kalian berlari-lari, bermain-main,sesekali bertengkar dan berebut mainan. Nikmatilah dunia bermain dan belajarmu Ikhbat bersama mereka.

Sahabat merupakan salah satu bentuk rezeki dan kebaikan yang Allah berikan kepada kita. Pilihlah sahabat yang sholih dan mushlih, yang senantiasa mengingatkan kita kepada ketaqwaan kepada Allah SWT.